5 Tujuan Pernikahan yang Murni (Dunia Akhirat)

5 Tujuan Pernikahan yang Murni (Dunia Akhirat)

Menikah adalah langkah awal yang dilalui manusia menuju fase berumah tangga. Tujuan pernikahan yang benar akan menyatukan dua insan yang berbeda latar belakang.

Selain itu, pernikahan juga menggabungkan kedua keluarga dalam tali silaturahmi. Dalam islam, bahkan pernikahan dikatakan sebagai penyempurna separuh agama.

Berbicara pernikahan, bukan hanya pembagian peran suami istri, namun harus dilandasi dengan sifat percaya, ikhlas dan kasih sayang. Pernikahan bertujuan agar manusia mencapai fitrahnya, salah satunya aspek agama.

Tujuan Menurut Syariat Islam

tujuan menikah
unsplash.com

Tujuan pernikahan menurut syariat islam hampir sama dengan tujuan menikah secara umum. Perbedaanya terletak pada dalil naqli yang melandasinya sehingga menjadi petunjuk hidup bagi setiap muslim.

Pengertian tujuan pernikahan itu sendiri adalah hal-hal yang ingin dicapai oleh pasangan suami istri yang telah menikah supaya menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah wa rahmah.

Kamu perlu melakukan berbagai persiapan pernikahan, pun memahami berbagai doa pernikahan. Sehingga segala ucapan pernikahan yang kamu dapatkan akan terwujud bersama keridhoan Tuhan.

Berikut akan kita ulas tujuan pernikahan menurut syariat islam.

Melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW

tujuan kawin
unsplash.com

Tidak ada yang lebih tenang dan menyenangkan selain mengikuti jalan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW semasa beliau hidup. Beliau adalah panutan umat islam dan suri tauladan yang baik.

Bila kita telah mengikuti apa yang dicontohkan beliau, maka kita sudah melaksanakan sunnahnya. Dengan melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, kita mengharapkan safa’at beliau kelak di hari kiamat nanti.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya, “Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa diantara kalian.

Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku sholat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku” (H.R. Bukhari Muslim).

Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Maksiat

tujuan menikah muda
unsplash.com

Kita sebagai manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Kita tentu pernah melakukan dosa, lupa dan khilaf. Hal yang lumrah bila manusia mempunyai ego dan hawa nafsu yang harus dikendalikan.

Menikah dapat mencegah manusia terjerumus pada pergaulan lawan jenis yang berlebihan, seks bebas dan perzinahan. Zina termasuk dalam perbuatan maksiat dosa besar yang dilaknat Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Wahai pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, makan menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya” (Muttafaqun alaih).

Menikah merupakan fitrah kemanusiaan untuk memenuhi naluri hawa nafsu manusia. Dengan menikah, hati manusia akan menjadi tenang dan tentram, juga terhindar dari perbuaan maksiat.

Kebutuhan nafsunya tersalurkan dengan baik sehingga tidak melampiaskan ditempat yang bukan semestinya.

Pernikahan juga mencegah kita dari penyakit kelamin yang menular akibat bergonta-ganti pasangan, diantaranya:

  • HIV AIDS
  • Gonore
  • HPV
  • Sifilis

Melanjutkan Keturunan

tujuan nikah
pixabay.com

Tujuan pernikahan yang ketiga tentu saja untuk memiliki keturunan yang sholeh-sholehah. Anak akan menjadi penerus keluarga dan melanjutkan generasi islam yang menegakkan syariat agama.

Supaya terbentuk generasi yang berkualitas, maka dibutuhkan pasangan suami istri yang ideal untuk mendidik dan membina rumah tangga sesuai syariat islam.

Dalam Q.S An-Nahl ayat 72, Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”

Terbentuknya keluarga yang berakhlaqul kharimah adalah upaya mencegah kerusakan psikis dan moral yang menimpa para pemuda masa kini.

Hal tersebut juga berperan penting dalam menciptakan suasana kondusif dan nyaman di lingkungan masyarakat. Selain itu, anak yang berbakti adalah investasi berharga orang tuanya di akhirat kelak.

Ia yang akan menolong dan memberikan tempat terbaik, tidak hanya semasa orang tua hidup namun juga pasca kematian.

Meningkatkan Ibadah Kepada Allah SWT

tujuan pernikahan
pixabay.com

Apabila sepasang manusia telah menikah, maka menjadi mudah untuk beribadah. Bahkan aktivitas apapun ternilai mendatangkan pahala.

Bayangkan saja, sifat sabar suami dalam mendidik istri, juga sifat ikhlas istri dalam melayani suaminya menjadi ladang pahala yang tak terbatas.

Candaan suami kepada istrinya menjadi ibadah, padahal jika dilakukan dengan teman belum tentu atau justru menyinggung perasaan.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya, “apabila seorang hamba menikah maka telah sempurna separuh agamanya, maka takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya” (H.R. Al Baihaqi).

Menikah adalah perbuatan ibadah yang tercatat sebagai sunnah Rasulullah SAW.

Tak hanya itu, Nabi Muhammad sendiri telah menjamin sempurnanya separuh agama bagi siapa saja umatnya yang telah menikah.

Dalam bingkai pernikahan, pasangan suami istri tentu bercita-cita menjadi insan mulia penghuni surga. Keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi dalam aktivitas sehari-hari.

Sang suami bisa memacu ibadah istrinya, si istri senantiasa mengingatkan suami untuk mencari nafkah yang halal dan baik.

Pernikahan yang dilandasi dengan iman dan ketakwaan, menjadi sarana ibadah yang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mencapai Ketenangan Hidup

tujuan pernikahan
unsplash.com

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah karena banyak sekali manfaat yang didapat. Menikah berlandaskan syariat islam dapat menjauhkan rasa gelisah dan khawatir, sebaliknya justru memperoleh ketenangan.

Setelah menikah pun sepasang suami istri akan saling mengingatkan juga saling menasehati dalam kebaikan. Kasih sayang tersalurkan dengan baik, sehingga tercipta keseimbangan hidup.

Jika diberikan amanah keturunan yang sholeh-sholehah, suami istri akan bekerja sama mendidiknya dengan cahaya iman dan islam. Semua perbuatan menjadi ibadah dan dinilai pahala.

Setiap aktivitas menjadi petunjuk dan hikmah untuk dipelajari menuju pribadi takwa. Maka hanya rasa tenang dan tenteram yang akan menyelimuti keduanya.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”.

Pernikahan merupakan takdir yang telah digariskan Allah SWT. Jodoh yang akan mendampingi masih menjadi misteri yang tak seorangpun mengetahui.

Oleh karena itu, dalam penantian jodoh dan kepastian pernikahan, akan lebih baik jika meningkatkan ibadah supaya jodoh yang disandingkan adalah pilihan terbaik Allah SWT.

Belajar memperbaiki diri dan memperdalam ilmu sangat dibutuhkan dalam kesiapan hidup berumah tangga.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.