Taaruf: 9+ Cara Berkah Nikah Sampai Jannah (Aturan dan Jenisnya)

Taaruf dalam islam sebenarnya bukanlah hal baru di kalangan anak muda. Apalagi buat kalian para mahasiswa yang aktif dalam pergerakan kampus dan lembaga dakwah kampus.

Istilah ini biasa banget lah pokoknya. Mulai booming akhir-akhir ini saja karena artis syantik inces syahrini menyebut kata taaruf saat berkomentar pada media tentang pernikahannya.

Beberapa tahun belakangan juga telah banyak film pendek islami bertemakan ini. Jadi, apa yang belum kamu tau tentang proses ini?

Taaruf Adalah…

taaruf

Kalau mau defisini menurut bahasa, kata ini berasal dari bahasa Arab ta’arafa – yata’arafu, artinya: saling mengenal, contoh suratnya di QS Al-Hujurat: 13.

Namun, di Indonesia, akhir-akhir ini arti katanya mengalami penyempitan makna. Bukan berarti tidak baik, malahan jadi suatu khazanah bahasa yang baru bagi kalangan umat islam di Indonesia.

Maka, jadilah seperti sekarang, proses kenalan yang benar diidentikan dengan ‘kenalan dengan adab dan aturan tertentu sebelum menikah’.

Bahkan sebelum buku Udah Putusih Aja! Yang dirilis ustad Felix Siauw, cara ini sebagai salah satu jalan menuju pernikahan telah lazim di kalangan aktivis kampus.

Kemudian, banyak pula para influencer yang terkenal dengan tulisan dan bukunya, menjalankan nikah muda dengan cara yang syari (misal: Kurniawan Gunadi & Azhar Nurun Ala).

Makin populerlah prose yang satu ini. Jika dirunut, barangkali satu titik balik melambungnya tren ini adalah film Ketika Cinta Bertasbih. Contoh perkenalan impian semua akhwat dan ikhwan bukan?

Jadi, sebenarnya inti utama dari proses ini adalah tidak pacaran sebelum pernikahan.

Aturan Taaruf

Sebenarnya aturan tentang cara ini sangat fleksibel, bergantung pada kalangan atau golongan masyarakat tertentu.

Taaruf Klasik

Pada awalnya, sistem ini dikenal sebagai salah satu jalan untuk perjodohan antar keluarga.

Misalnya dua orang yang telah bersahabat lama, kemudian saling memperkenalkan anak mereka dan berniat menikahkan keduanya.

Ada juga cara lain karena memang kedua keluarga tidak saling kenal. Maka pihak yang dituakan dari keluarga laki-laki maupun perempuan, bertandang ke pihak calon, untuk menjalin silaturahmi.

Jika telah dicapai kesepakan, kemudian dilakukan prosesi lamaran pernikahan atau khitbah.

Taaruf Aktivis

taaruf

Banyak cerita lucu di kalangan aktivis yang menjalani cara ini. Ada yang berakhir bahagia, ada juga yang kalau dipikir-pikir nelangsa juga.

Misalnya: tidak segera dijawab bersedia atau tidak jadi si laki-laki terlalu lama menunggu, atau setelah diperkenalkan oleh ustad atau ustadzah masing-masing ternyata sudah kenal lama.

Aturan umumnya biasanya: mengajukan cv atau proposal pernikahan kepada ustad yang dipercaya. Tentu saja seluruh prosesnya gratis.

Sehingga ustad tersebut akan mencarikan dari kalangan santriwati atau meminta tolong pada ustadzah yang juga memiliki akhwat bimbingan.

Isi proposal atau cv taaruf sangat bervariasi, tidak pernah ada sistematika yang baku

Namun, secara umum strukturnya demikian:

  • Identitas
  • Urgensi atau tujuan menikah saat ini
  • Pandangan atau harapan tentang kehidupan pernikahan
  • Syarat tertentu: misal harus orang mana, atau bersedia ikut suami kerja di luar jawa, dll

Jika telah ditentukan, maka ustad dan ustadzah akan menanyakan ke pihak laki-laki dan perempuan: sudah ada, apakah ingin serius launjut prosesnya.

Kemudian, akan diberikan waktu untuk mempelajari proposal masing-masing. Ada yang cukup ketat aturannya sehingga tidak menyertakan foto, cara yang dianggap syari.

Apabila sudah oke dengan isi proposal, barulah akan diberikan ijin untuk melihat foto masing-masing. Jika tetap oke, maka akan dipertemukan dengan pendampingan ustad dan ustadzah.

Nah, saat pertemuan itulah mungkin ada diskusi yang cukup alot tentang pernikahan. Si perempuan memberikan syarat apa misalnya sebelum si laki-laki menikahinya, atau sebaliknya.

Terakhir, jika sama-sama telah mencapai kata sepakat, barulah masing-masing calon mengomunikasikannya dengan orang tua.

Selesailah proses ini jika orang tua menyetujui dan dilanjutkan dengan proses khitbah.

Taaruf Modern

Cara yang lebih modern barangkali muncul karena maraknya taaruf online dan forum taaruf yang ada di kota-kota besar.

Meskipun terdengar absurd, prosesnya tetap diawasi oleh ustad yang menjadi pendamping atau pencetus forum, sehingga pernikahan yang kelak dijalankan tetap penuh komitmen.

Tentu saja pada proses lanjutan akan tetap saling dipertemukan, sehingga pada akhirnya tidak akan terjadi pernikahan yang tidak sreg.

Proses Penunjang

taaruf

Selama menjalankan proses, kamu tentu perlu waktu, itulah mengapa terkadang cara ini sangat bervariasi waktunya.

Ada yang segera dan cepat, ada pula yang cukup lama dan butuh diskusi lanjutkan. Nah, selama masa saling mengenal ini kamu dianjurkan untuk melakukan beragam ikhtiar:

Kajian dan Seminar Pra Nikah

Saat ini telah banyak kajian dan seminar pra nikah yang diselenggarakan secara rutin di masjid atau kawasan sekitar kampus.

Hal ini sangat penting, tentu kamu harus belajar dari banyak ustad tentang bagaimana kehidupan pernikahan dan potensi masalah yang mungkin akan timbul.

Introspeksi Interaksi

Pada proses modern, umumnya telah mengenal lebih dulu dan selanjutnya tetap berinteraksi meskipun menggunakan keluarga atau ustad sebagai mediator.

Menurut mereka yang strict, cara seperti ini kurang ahsan sebenarnya. Cara yang benar harusnya kamu dan calon tidak melakukan interaksi sama sekali. Atau setidaknya, batasi interaksi.

Hal ini perlu dilakukan agar tetap dapat berpikir jernih dan dewasa dalam kelanjutan proses perkenalan. Tidak terburu-buru dan tidak merusak jalan penjagaan diri yang telah dipilih.

Artinya, tidak boleh bertemu hanya berdua, atau sms wa telpon basa-basi sampai berbusa.

Memperbaiki Diri

taaruf

Jika memang ada syarat yang diajukan oleh pihak sebelah, maka kamu mesti berusaha untuk memenuhinya tentu dengan cara memperbaiki diri.

Misalnya: kamu harus kerja dulu, atau kamu harus hafal sekian juz Al Quran dahulu, dan lain-lain.

Kalau soal kerja mah sudah umum ya, tapi ada juga lho yang calon perempuan mensyaratkan agar si calon lelaki bisa hafal 30 juz terlebih dahulu sebelum menikah.

Hal tersebut tentu sah-sah saja, karena bahkan Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa kesempatan atau otoritas untuk menolak atau menerima ada di calon mempelai perempuan.

Jadi ya fair saja, misalkan tidak sreg saat melihat wajah, atau baru ikhlas kalau bisa hafal 30 juz, tentu boleh saja.

Belajar Wajar

Kamu mesti belajar memahami apa yang mesti kamu penuhi sebelum dan setelah pernikahan. Apa saja kewajiban sebagai suami atau istri.

Pelajari pula rukun nikah, kami sediakan artikel khusus mengulas tentang topik tersebut. Baca dan cermati dengan baik ya.

Salat Istikharah

Banyak yang salah kaprah bahwa salat istikharah dilakukan agar mendapat petunjuk untuk mendapat jawaban. Faktanya tidak demikian.

Kamu mesti punya pilihan dulu sebelum salat istikharah, lalu setelah beberapa kali salat dan tidak ada halangan yang sangat besar untuk menikah, maka itulah jawabannya, segera menikahlah.

Sudah tau kan doa yang mesti dibaca saat salat istikharah?

Jujur Terukur

Selama menjalani proses ini kamu tentu harus berkomitmen untuk jujur. Terutama pada hal-hal yang sangat sensitif, yang memungkinkan akan terjadi masalah jika tidak disampaikan.

Misalnya jika suatu hari pasangan tau, akan terjadi ribut besar hingga perceraian. Hal-hal semacam ini perlu dikomunikasikan meskipun calon kamu tidak menanyakan.

Jikapun termasuk aib, maka konsultasikan dengan keluarga atau ustad / ustadzah. Karena tujuannya bukan untuk mengumbar aib tetapi untuk mencegah besarnya prahara mudharat di kemudian hari.

Contoh Pasangan Taaruf

taaruf

Beberapa artis di Indonesia mengaku melakukan taaruf dalam proses sebelum pernikahan. Selain Syahrini dan Reino Barack, berikut ini daftar lainnya yang telah menikah lebih dahulu:

  1. Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio
  2. Dude Herlino dan Alyssa Soebandono
  3. Fedi Nuril dan Vanny Widyastuti
  4. Egi John dan Kamilia Yasmin

Nah, semuanya sudah siap, pastikan kamu memilih dekorasi yang cocok dan tepat sesuai karakter kalian berdua. Kami sediakan ulasannya dalam artikel dekorasi pernikahan.

Tidak Cocok?

Ya apa boleh buat, kamu perlu menyikapi hal ini dengan biasa dan wajar saja. Tidak mungkin juga pernikahan dipaksakan atau hanya satu pihak yang mencintai, karena cinta butuh keikhlasan.

Nah, sambil menunggu tenangkan diri dulu lah ke nikahan teman, kami ada juga ulasan puluhan ucapan pernikahan dan pilihan kado pernikahan.

Sabar kan ya? Makin sabar makin banyak rejekinya lho. Satu yang penting, sudah siap taaruf dong!

Kalau kamu sudah selesai menjalani proses ini, kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya, cek dulu deh souvenir pernikahan yang cocok buat kamu.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.