13+ Syarat Nikah Sah yang Mudah Kamu Dapat (+Checklist Dokumen)

Syarat nikah berupa dokumen identitas, ragam fotokopi, dan bermacam-macam formulir cukup banyak lho, kamu mungkin akan bingung jika mengurusnya sendirian.

Makanya, yuk mulai persiapkan sekarang, setelah menyelesaikan segala proses taaruf, kini saatnya untuk melakukan check dan re-check pada seluruh persyaratan pernikahan.

Dalam artikel ini, kami akan membantumu membahas dan memahami setidaknya 14 persyaratan dokumen pernikahan yang harus kamu siapkan, tentu saja pasangan kamu juga.

Jadi, syarat ini untuk keduanya ya.

Syarat Rukun

syarat rukun nikah

Pembahasan tentang syarat nikah sah atau rukun pernikahan telah kami bahas pada artikel rukun nikah, kamu dapat membacanya sebagai informasi tambahan.

Hal yang ingin kami tegaskan disini adalah tentang jenis kelamin dan wali nikah. Tentu saja syarat pertama dan utama pernikahan di Indonesia adalah perbedaan jenis kelamin.

Artinya, kamu yang laki-laki hanya boleh, sah, dan bahkan diijinkan oleh hukum untuk menikah dengan perempuan. Di Indonesia tidak mengakui dan bahkan melarang pernikahan sesama jenis.

Kedua, tentang wali calon perempuan, wali harusnya benar-benar termasuk dalam daftar sah wali sesuai ajaran agama islam. Urutan wali yang sah juga telah kami ulas dalam artikel rukun nikah.

Hal ini penting karena jika wali yang menikahkan kamu tidak sesuai urutan, makan di mata agama, pernikahan kamu tidak sah.

Syarat Dokumen Nikah

Nah, disini kami juga membahas secara detil syarat nikah dari segi dokumen yang mesti kamu kumpulkan, perhatikan baik-baik ya.

Buat checklist kamu sendiri atau download checklist yang kami siapkan pada tautan berikut ini.

Surat Pengantar RT/RW

Syarat nikah pertama yang harus kamu dapatkan adalah surat dari RT dan RW. Kunjungi rumah atau kantor RT dan RW untuk mendapatkan surat pengantar RT/RW.

Saat meminta surat pengantar, bawalah fotokopi KTP kamu dan calon sebagai dokumen persyaratan.

Form N1, N2, N3, dan N4

Empat macam form ini adalah syarat nikah yang mesti kamu dapatkan dari petugas atau pegawai KUA di desa kamu, atau di kecamatan kamu.

Umumnya setiap desa memiliki 1 petugas KUA, mintalah pada beliau. Selain itu, kamu juga perlu menanyakan hal-hal teknis tentang bagaimana mengisi beragam form tersebut.

  • Form N1: surat keterangan untuk menikah
  • Form N2: surat keteragan asal-usul
  • Form N3: surat persetujuan calon
  • Form N4: surat keterangan tentang orang tua

Nah, untuk mendapatkan keempat dokumen tersebut, kamu juga perlu membawa beberapa dokumen yang menyatakan identitas kamu, diantaranya:

  1. Fotocopy KTP kedua calon (masing-masing 2 lembar)
  2. Fotocopy KTP orang tua kedua calon (masing-masing 2 lembar)
  3. Surat pengantar dari RT/RW
  4. Fotocopy surat pengantar (2 lembar)
  5. Fotocopy akte kelahiran kedua calon (masing-masing 2 lembar)
  6. Fotocopy kartu keluarga kedua calon (masing-masing 2 lembar)
  7. Fotocopy KTP saksi kedua calon (masing-masing 1 lembar)
  8. Materai 6000, cukup 1 lembar

Jika seluruh dokumen syarat nikah tersebut telah selesai kamu isi, kembalikan seluruh form N1, N2, N3, dan N4, pada petugas KUA di desamu.

Ada formulir saksi, yang harus ditandatangai oleh kedua saksi. Jadi, mungkin kamu butuh waktu lebih dari 1 hari untuk mengisi seluruh formulir tersebut.

Selanjutnya, kamu perlu menggadakan seluruh formulir yang telah ditandatangani, dan kamu akan diminta membawa pulang surat keterangan belum menikah.

Jika kedua calon berasal dari tempat atau domisili tempat tinggal KTP yang berbeda, beberapa formulir akan diminta pihak perempuan misalnya untuk mendaftarkan pernikahan di domisili si perempuan.

Jadi, buat para lelaki, hal yang perlu kamu ingat, selain mengurus dokumen dan formulir di tempat tinggal kamu sendiri, kamu juga mesti menyerahkan dokumen atau formulir ke KUA di tempat tinggal calon.

Syarat Daftar di KUA

Sebenarnya berbagai tempat memiliki syarat nikah tersendiri tentang penyelenggaraan upacara pernikahan atau akad nikah, jadi kamu mesti menyesuaikan dengan kondisi tempat kamu akan akad nanti.

Namun, beberapa syarat di bawah ini adalah dokumen yang secara umum (pernikahan islam) diperlukan untuk mendaftarkan pernikahan kamu ke KUA (kantor urusan agama).

  1. Surat permohonan akad nikah di masjid (jika akad dilakukan di masjid)
  2. Izin atasan (khusus bagi anggota TNI atau POLRI)
  3. Form N1, N2, N3, dan N4
  4. Bukti atau surat keterangan telah melakukan imunisasi TT1 dan TT2 dari puskesmas atau rumah sakit, untuk calon perempuan
  5. Pas foto ukuran 2 kali 3 cm (sebanyak 3 lembar)
  6. Dispensasi dari kecamatan (bila pendaftaran pernikahan kurang dari 10 hari kerja)
  7. Fotocopy KTP dan menunjukkan KTP asli
  8. Fotocopy KK dan menunjukkan KK asli
  9. Fotocopy akta kelahiran dan menunjukkan akta asli
  10. Akta pernikahan orang tua
  11. Dokumen lain-lain yang mungkin diminta atau disyaratkan oleh masjid, KUA, atau lokasi akad dilangsungkan

Nikah di KUA, Gratis!

Baru tau? Ketinggaalan info banget dong. Udah dari 4 tahun lalu, melalui PP No 48 tahun 2014, tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di Departemen Agama.

Menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dipungut biaya, alias gratis!

Akan tetapi, jika kamu menikah diluar jam kerja atau di lokasi akad yang bukan di dalam KUa, kamu mesti membayar 600 ribu rupiah. Sekarang jadi bisa milih kan, mau akad di masjid, atau di KUA.

Bagaimana? Mudah kan? Sembari melakukan berbagai persiapan pernikahan yang serba riweuh. Jangan sampai mengabaikan syarat nikah yang mesti kamu urus.

Semangat! Selamat menikah ya!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.