Nikah Muda: Aturan, Keutamaan, dan Tantangan (Bukan Pernikahan Dini)

Nikah muda bukan pernikahan dini dengan segala drama dan praharanya bak sinetron jadul agnes monica. Biar lebih mudah membedakannya, kamu bisa baca artikel kami tentang pernikahan dini.

Aka tetapi, nikah ini juga bukan dulu-duluan, bukan hebat-hebatan, bukan sekedar bikin cemburu mantan. Nikah ini tetaplah sebuah pernikahan yang mesti kamu pahami komitmennya yang murni.

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas hal menarik tentangnya, bagaimana sih seharusnya menikah di usia muda?

Aturan Dalam Islam

Salah satu indikator utama yang membuat seorang pemuda boleh melakukan pernikahan adalah bahwa ia telah baligh, telah mampu bekerja.

Hal ini seringkali disalahartikan dengan ‘memiliki pekerjaan tetap’, padahal sejatinya tidak begitu. Hal yang dimaksud dengan mampu dan baligh adalah dapat bekerja secara fisik.

Artinya, kalau kamu sudah bisa bekerja dengan pekerjaan apapun yang baik dan halal, tentu saat itu pula kamu sudah dikatakan boleh melakukan pernikahan.

Namun, kita semua hidup dalam interaksi sosial dan budaya, ada juga norma dan kepatutan dalam masyarakat. Maka dari itu, banyak juga hal lain yang mesti dipertimbangkan, terutama faktor sosial.

Niat dan Keutamaan

alasan nikah muda

Sebelum kamu benar-benar memantapkan diri untuk melangsungkan pernikahan, perhatikan terlebih dahulu niat yang kamu bangun.

Cobalah menjalani proses taaruf yang baik dan benar, sehingga cara nikah muda yang kamu lakukan kelak menjadi pernikahan yang penuh berkah dan disyukuri seluruh keluarga besar.

Kami mengulas panjang tentang pengenalan diri pada pansangan dengan cara yang ahsan, dalam artikel taaruf. Kamu bisa membacanya sebagai wawasan tambahan.

Lebih dari itu, pernikahan yang hukum asalnya sunnah, dapat menjadi wajib jika dilakukan untuk menghindari segala potensi dan bahaya maksiat, terutama zina.

Itulah mengapa dalam beberapa bahasan tentang pernikahan selalu digaungkan betapa keutamaannya seperti menggenapkan separuh agama.

Pertimbangan Sosial

Banyak artikel di luar sana yang membahas tentang kesiapan finansial dan psikologis. Kami merangkumnya dalam satu bahasan yang menyeluruh, pertimbangan sosial.

Kedua hal tersebut, baik finansial dan psikologis sebenarnya sangat bergantung erat dengan karakter sosial dimana kamu berada.

Dalam keluarga seperti apakah kamu, dalam masyarakat serupa bagaimanakah kamu. Hal tersebut kelak akan berpengaruh terhadap kondisi finansial dan psikologi kamu.

Kamu mesti dapat mengukur sendiri, dengan keadaan keluarga kamu saat ini, jumlah adik atau kakak kamu, dampak apa yang kira-kira timbul dari pernikahanmu.

Pun tentang calon kamu, bagaimana kondisi keluarganya, kondisi sosial dan posisi sosial orangtuanya, tentu hal itu semua akan berpengaruh.

Mau diakui atau tidak, itu semua akan berdampak. Meskipun demikian, kamu dan calon lah mesti mengambil keputusan untuk menikah muda, atau menunggu waktu yang lebih tepat.

Membahas segala ‘kenikmatan’ akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Namun demikian, pahamilah:

Nikah muda tidak berarti nikah mudah. Pikirkan lebih dalam, lebih matang, lebih bijak

Jangan lupa bahwa kita semua yang mengaku beriman akan diuji dengan beragam masalah, kita tidak akan dibirakan mengaku beriman begitu saja tanpasa diuji.

Kita semua akan diuji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, bahkan jiwa. Menyerahkah kita? Semua ujian itu akan datang, pun dalam kehidupan pernikahan.

Pertimbangan Ilmu

nikah muda bukan nikah mudah

Sejauh mana kamu yakin tentang pernikahan, tentang apa saja yang mungkin dan tidak mungkin terjadi dalam pernikahan.

Segala yang tidak mungkin dan tidak pernah terpikirkan harus mulai kamu pilirkan sekarang, itulah yang dinamakan pengetahuan.

Kamu mesti mengerti ilmu tentang pernikahan:

  • Baca dari buku
  • Ikuti ragam kajian
  • Hadiri seminar pra nikah
  • Belajar dari mereka yang telah menjalani pernikahan puluhan tahun
  • Pun belajar dari mereka yang hanya bisa mempertahankan pernikahan hanya hitungan bulan
  • Pahami kewajiban agamanya
  • mengertilah tentang kewajiban sosialnya

Tentu saja, jangan lupa untuk belajar ragam skill set tentang keuangan keluarga. Kelak akan sangat berguna dalam mengatur kesuksesan kamu, pasangan, dan anak-anak.

Nikah Muda Untuk Pemudi

Bukan berarti tidak percaya pada para pemuda, namun nikah muda memang lebih pas untuk para pemudi. Khususnya buat para pemudi yang berusia 20-25 tahun.

Tentu hal ini sangat berhubungan dengan masa produktif yang optimal bagi para perempuan sehingga kelak jika telah hamil, resiko kehamilannya jauh lebih rendah.

Lebih dari itu, si ibu akan masih sangat muda ketika anaknya mulai dewasa kelak. Ya kira-kira 45 tahun saat anak pertama berusia 20 tahun. Bisa dikira kakaknya dong kalau anak udah SMA.

Tentu saja dengan menikah muda kamu tidak perlu terlalu terburu untuk memiliki momongan, artinya kamu punya waktu lebih panjang untuk mempersiapkan kehidupan rumah tangga, berdua.

Masa Depan Keturunan

masa depan anak nikah muda

Menikah bukan hanya tentang melanjutkan keturunan, namun juga tentang mendidik dan menanamkan agam pada semua anak-anak. Bukan kalian para lelaki, nikah muda itu penting.

Penting buat anak-anak kalian kelak. Bayangkan bila menikah di usia 28, katakanlah anak pertama lahir saat kamu usia 30, anak kedua sekitar usiamu 33-34, anak ketika di usia 36-37.

Yakin kamu masih bisa bekerja keras banting tulang di usia 60an untuk membiayai kuliah anak-anak?

Kalau usiamu 25, setidaknya anakmu yang pertama akan selesai kuliah pada saat kamu umur 45-46, katakanlah pada usia 50-55 semua anakmu sudah kelar kuliah, bukahlah itu skenario yang lebih indah?

Menjalani masa pensiun dengan mudah, fokus dalam beribadah dan membaca buku di rumah, berdua menikmati dan mengenang masa-masa awal pernikahan bersama istri tercinta.

Apa yang kurang coba dari nikah muda? Masalah dalam pernikahan adalah keniscayaan, karena itu semua ujian. Jadi mau nikah muda atau nikah tua, sama saja masalahnya.

Nikmatnya? Ya jelas jauh lebih enak nikah muda lah, semua orang tau (yang nikah muda tentunya).

Jadi, yuk ngobrol aja tentang apa yang kamu takutkan, tulis di kolom komentar ya.

Kami juga memiliki satu ulasan menarik tentang poligami, kamu mungkin berminat membacanya.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.